Imperialisme Sulit Dilupakan

Keserakahan manusia sangat kejam dan sulit dilupakan apalagi  Indonesia sempat di Jajah selama 350 tahun oleh Belanda. Sehingga sikap nasionalisme selalu muncul dikala harkat, martabat dan harga diri bangsa di Injak-injak. Hal ini perti dirasakan sendiri oleh penulis ketika sedang berkunjung ke Belanda dan menelusuri setiap sudut perkotaan ataupun pada saat menaiki Kanal crusi boot. Ada sebuah perlakuan yang tidak menyejukan hati ketika ketua Rombongan kami diusir dari tempat duduk dalam kanal boot.

Awal mulanya kami tidak pernah tahu ada perbedaan kelas dan diskriminasi antara orang kulit sawo matang dengan orang kulit putih. Dikira bahwa HAM itu berlaku untuk semua suku bangsa. Ternyata Negara yang membebaskan semua urusan hanya berlaku untuk bangsanya sendiri. Sikap imperialism sulit dilupakan dan tidak bisa ditinggalkan oleh orang-orang Belanda. Buktinya ketika bangsa Asia berada di negaranya dianggap kelas ploretar walaupun  sanggup membayar dengan biaya tinggi. Tetapi tetap saja perlakukan dan service nya berbeda antara pelayanan kepada orang Indonesia dengan perlakuan yang diberikan pada sesama Belanda.

Walaupun di Negara Belanda mengaku bangsa yang lebih ningrat dari bangsa Indonesi ternyata pengemis masih tetap juga ada. Namun perlakuan orang Belanda kurang menghargai kepada bangsa Indonesia. Hal ini bukan untuk menyut perpecahan dan meretakan hubungan diplomatic. Namun ingin membangkitkan sikap nasionalisme bahwa bangsa Indonesia bukan lagi bangsa jajahan,bangsa Indonesia ini sudah merdeka dan berdaulat. Jadi wajar jika berkunjung ke Negara Belanda dianggap sebagai tamu diplomatic disejajarkan perlakuannya dengan bangsa-bangsa lain. Namun hal itu tidak ditemukan di negeri Belanda. Buktinya seorang Kepala Kanwil BKKBN selaku ketua rombongan di usir-usir oleh hanya seorang pengayuh kanal boot.

Secara materialis bisa diakui bangsa belanda lebih tinggi jika dinilai dari mata uang.yaitu standarnya euro dengan perbandingan satu euro Rp 12.500. namun bukan berarti bangsa Belanda harus menginjak-injak perasaan dan kemerdekaan. Walaupun di akui para petani bangsa Belanda adalah orang kaya, walaupun kemampuan kerja perempuan belanda lebih terampil dan kuat bekerja membuat kelom dari kayu sebagai simbul cendera mata para wisatawan, walaupun pengolahan keju sudah modern, walaupun Belanda  mampu membuat dam sepanjang 30 km, walapun belanda masih mampu melestarikan tradisionalisme dan mengembangkan teknologi modern. Namun bukan untuk  merendahkan harkat dan martabat bangsa Indonesia sebagai Negara bekas jajahananya.

Gelora semangat kebangsaan dan menunjukkan harga diri perlu ditegakan dan ditanamkan pada anak cucu. Jangan sampai manut karena kemajuan ekonomi dan kemajuan teknologi. Tapi moral dan etika serta estetika masih mampu untuk melawan budaya yang bokbrok dari orang Belanda. Janganlah merasa bangga jika ada orang Belanda datang ke Indonesia secara super. Belum tentu mereka yang datang ke Indonesia adalah orang brilian. Mungkin saja mereka adalah seorang tukang bangunan yang dibawa oleh majikannya untuk mencari periuk nasi di Indonesia. Dengan dalih investasi dan tenaga ahli. Untuk disiplin waktu ok! Namun untuk keahlian belum tentu orang Belanda lebih mampu dengan bangsa Indonesia.

Kalaulah di Belanda telah banyak perempuan yang mampu mengolah susu jadi keju secara terampil, mengasuh bayi sambil berjualan dan memproduksi cendra mata ataupun membuat sepatu kayu. Namun banyak juga perempuan belanda yang tak bermoral mampu memperlihatkan tubuhnya dengan bugil untuk ditonton orang. Jangan beranggapan orang Belanda lebih hebat dari bangsa Indonesi. Kalau belum pernah melihat ke negerinya mungkin saja ada anggapan bahwa orang Belanda lebih hebat. Tapi di negerinya sendiri banyak pula yang mencari makan dari bangsa Indonesia  ketika berwisata.

Sebenarnya bangsa Indonesi kaya-kaya. Jika ada orang Belanda yang datang ke Indonesia maka orang Indonesia pun mampu datang ke Belanda jauh lebih banyak. Bisa dibayangkan setiap bulan tidak kurang dari 3000 yang mengantri visa untuk datang ke Belanda. Berarti ada 36.000 orang datang ke Belanda dan jika berkunjung ke Belanda menghabiskan uang Rp.50.000.000( setara dengan 4000 euro)  mungkin 1.800.000.000.000 ( satu trilyun delapan ratus milyar ) setara dengan 144.000.000 euro. Hampir sama dengan  satu periode ( 5 tahun anggaran) sebuah kota. Jadi sebenarnya jika membandingkan kekayaan ternyata bangsa Indonesia lebih kaya. Tapi masih saja di anggap oleh bangsa Belanda masih miskin. Karena selalu menganggap dirinya miskin dan tidak mampu menegakan jati diri di hadapan bangsa Belanda.

Sudah waktunya gelora sengat perjuangan 45 dan semangat Pancasila dan Konstitusi Indonesia di tegakan di hadapan bangsa-bangsa di dunia, jangan mau di injak-injak. Kalaulah Belanda mempunyai kanal cruis boot. Tapi bangsa indonesi mempunyai boot yang lebih canggih di Kalimantan. Dan Kapal feri di berbagai selat. Kalau Belanda mempunyai tempat farming. Bangsa Indonesia banyak memproduksi hasil pertanian dan kualitasnya lebih baik. Bahkan sayuran di Belanda mengandung bakteri ekoli di Indonesia tidak ada sayuran yang membahayakan perut dan tubuh orang. Jadi jangan merasa bangga dengan bangsa lain. Harus bangga dengan bangsa sendiri. Study banding bukan berarti yang pernah dilihat, didengan, dirasa untuk semuanya di adopsi ketika pulang ke Indonesia. Melainkan untuk komparatif bahwa Indonesia “pasti bisa, kudu,bisa, sing bisa sa bisa-bisa”.

Sudah bukan waktunya untuk merengek-rengek, mengemis ISO tapi ukurannya harus mampu membiayai hidup yang diperlukan dalam standarnya masing-masing. Jangan di adopsi semua budaya bangsa Belanda. Bahkan bangsa Indonesi harus mampu menciptakan teori sediri dan diujicobakan sendiri. Karena teori dari orang lain belum tentu cocok untuk bangsa Indonesia. Justru harus memanfaatkan pelung bahwa bangsa belanda akan mencapai titik jenuh dan akan mundur ke belakang. Bahkan harus diwaspadai ketika bangsa belanda menemui titik jenuh jangan diberi kesempatan untuk datang kembali bengeruk kekayaan alam dengan dalih investasi dan kerjasama seperti jaman VOC. Ingat dulu itu bangsa Belanda datang untuk berdagang. Lama kelamaan mereka keenakan dan akhirnya menjajah.  Enyahkan sikap imperialism, tegakan Pancasila dan junjung tinggi UUD 45 berhentilah mengamandemen UUD 45 jika hanya untuk mengadopsi teori orang lain. Dan hentikan meratifikasi hukum Internasional jika hanya untuk memenuhi kepentingan bangasa borjuis, kapitalis, imperialis dan hedonism.

Study banding bukan untuk melecehkan bangsa Indonesia di hadapan orang belanda yang tidak beradab dan tidak bermoral. Tapi study banding untuk membangkitkan semangat bahwa masalah kemiskinan jangan terlalu diekploitasi dan diekplorasi sebuah tawaran politik yang menyesakkan. Sebab masalah angka kemiskinan itu relative. Walaupun hidup pas-pasan bila mensyukuri seluruh karunia dari Allah SWT. Insya Allah hidup akan bahagia dan hidup akan sejahtera, bahagia lahir batin. Jangan membuat standar kemiskinan dibandingkan dengan bangasa Belanda, jangan membandingkan kekayaan dengan sikap arogan dan dunia dugem. Kembali  kepada hitoh yang sebarnya bahwa Islam rahmatan Lilalamin . Yakini bahwa Islam akan tumbuh subur  di berbagai penghujung dunia jika tau, mau dan mampu untuk menegakan jati diri  agama Islam yang kafah. Dan jaga diri masing-masing dari api neraka. Sebagimana khotib mengamanahkan ketika solat berjamaah di Nederland. Yakini Islam itu besar dan Islam itu rahmat bagi seluruh alam semesta. Jalin komuniksi antara sesama pemeluk agama Islam. Hentikan tudingan pada orang-orang yang taat beragama dicurigai akan  mendirikan NII.

 Biarkan Negara berkembang sesuai dengan teori ilmu pemerintahan tapi dalam sikap, budaya dan keputusan harus berlandaskan agama dengan azas Pancasila dan UUD 45. Bila selamanya kemajuan Islam dituding sebagai anggota NII maka akan menyelinap paham orang tak bermoral. Sehingga hasil budaya gotongroyong akan terkikis. Dikala paham gotong terkikis maka sikap imperialis, borjuis, dan ateis akan tumbuh subur dengan mengedepankan hedonism serta kepuasan sesaat. Bangsa Indonesi besar dan bangsa Indonesia kaya, bangsa Indonesi pekerja keras. Bangsa Indonesia toleran dan tegas menegakan kebenaran. Perangi orang yang memusuhi dan kasihani orang yang santun serta berperilaku mencerdaskan bangsa.

Tentang alkautsarbandung

Sekolah Islam Alkautsar Bandung
Pos ini dipublikasikan di motovasi, nasionalis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s