Hidup Adalah Anugrah

Tidak akan pernah ada orang mampu mengingat ketika dilahirkan ke alam dunia ini. Tidak akan pernah ada orang yang mampu mengingat ketika berjanji di hadapan Allah SWT. disaat akan dilahirkan ke dunia ini. Padahal setiap manusia harus mengemban amanah yang begitu berat dan penuh onak dan duri. Tidak akan pernah ada orang yang mampu meramalkan apa yang akan terjadi dimasa depan dan bagaimana akhir masa hidupnya. Itu semua adalah rahasiah Allah SWT.

Yang menjadi persoalan setiap manusia tidak akan pernah rela dikala sesuatu yang telah lama bersamanya harus ditinggalkan. Sehingga akan mengalami streeees manghadapi konflik batin dari kondisi ada menjadi kondisi tiada. Padahal jika dibayangkan mungkin orang lahir ke alam dunia ini tidak ada keinginan sebelumnya. Tidak ada orang yang lahir ke dunia ini serba tahu dan serba ada. Jadi mengapa kita lahir ke dunia ini. Itulah hidup adalah anugrah dari Allah SWT.

Anugrah yang diberikan oleh Allah SWT. Kadangkala disia-siakan tanpa makna. Sehingga segala sesuatu seolah-olah miliknya. Kekuasaan serasa miliknya, kecerdasan seolah-olah miliknya, kekayaan seolah-olah miliknya, kecantikan dan ketampanan seolah-olah miliknya. Padahal semuanya hanya amanah dari Allah SWT sebagai bekal ibadah dan pengabdian kepada Sang Maha Pencipta. Jadi nilai hidup manusia sebenarnya untuk apa? Tentunya untuk menjadi kholifah dimuka bumi ini.

Menjadi seorang kholifat tidak semudah membalik telapak tangan. Jika rajin mencermati para petinggi dan para pejuang kebenaran terdahulu tentunya sering berhadapan dengan pendapat dan pandangan umum dari kebanyakan orang yang hidup dimasanya. Misalnya Sokrates sampai dibunuh oleh sang penguasa saat itu karena kebenaran yang dibawanya tidak didukung kebiasaan yang telah berlaku dan opini publik yang telah terbentuk. Bung Karno menjadi pembersar bangsa Indonesia tentunya sering diasingkan oleh penguasa pada jaman itu. Buya Hamka disaat membawa kebenaran sering diasingkan oleh penguasa saat itu.

Banyak orang ingin menjadi pembesar saat ini, tapi tidak siap dengan tantangan, hambatan dan, ancaman serta gangguan yang menerpa dirinya. Apakah dari opini publik, dari ancaman premanisme. Dari cemoohan pemimpinnya, dari rekan sekerjanya. Tentunya orang sangat pobi dan tabu bila mendengar kata tahanan, kata penjara dan orang akan ketar-ketir dikala berhadapan dengan sang pemeriksa. Kenapa demikian? Tentunya perlu observasi dan perlu penelitian.

Sebagai ilustrasi ketika siswa ingin menjadi orang terpandai. Tentunya harus berhadapan dengan berbagai ujian yang dirancang oleh guru sang pemberi materi pelajaran. Namun orang yang terpandai belum tentu mampu hidup eksis ditengah-tengah masyarakat. Mengapa? Hal ini perlu pula penelitian apakah pelajaran yang diberikan tidak relevan dengan kondisi kehidupan masyarakat? Atau hanya pandai menghapal tapi tidak pandai mengimplementasikan. Disinilah diperlukan suatu metode baru yang bisa membuat orang cerdas bisa hidup dalam berbagai situasi dan kondisi. Kadang-kala terlalu banyak orang bernostalgia dengan masa lalu. Sehingga terbuai dengan pola lama dan terpaku oleh aturan yang dibuatnya.

Masa kejayaan orang terdalu perlu dipelajari dan diketahui. Tapi untuk hidup dimasa kini dan hidup dimasa depan justru harus mampu beradaptasi dengan alam dan lingkungan yang sedang terjadi. Ilmu fiqih itu penting untuk mengendalikan diri. Tapi perkembangaan ilmu pengetahuan, teknologi serta kemauan manusia harus diimbangi supaya persepsinya sama. Namun kesamaan persepsi jangan menyelimuti kebenaran yang hakiki. Perlu diingat bahwa pelajar masa kini adalah harapan masa depan untuk melanjutkan ke kholifahan di muka bumi ini. Jadi anak belajar komputer adalah bagus jika diimbangi dengan kondisi lingkungan yang mempengaruhinya. Belajar ngaji lebih baik jika dimaknai sebagai pembentukan karekter sejak dini.

Apabila bernostalgia bahwa Rosulullah SAW menyampaikan bahwa anak itu harus diajarkan memanah, berenang dan naik kuda. Berarti mengandung makna yang mendalam jika dikonversi di masa kini. Misalnya anak dilatih belajar memanah berarti harus siap membela diri dikala ada serangan dari luar. Belajar berenang berarti harus siap berhadapan dengan gelombang dan badai kehidupan. Karena yang namanya berengan itu tanpa pegangan dan yang dihadapi adalah ombak besar, tetapi harus bisa terapung diatas air sehingga berat badan kita harus diringankan dari beban hidup dan kehidupan ini. Belajar berkuda berarti harus bergerak cepat dikala berjuang dan mengejar sesuatu tujuan. Tidak bisa berleha-leha.

Ukuran kecepatan kuda saat itu sangat masuk akal. Tapi ukuran kecepatan saat ini adalah kecepatan komputer dengan ukuran kecepatan suara dan kecepatan cahaya. Berarti fiture yang diciptakan oleh para ahli teknologi dan telematikan merupakan sesuatu yang tepat dimasa kini. Jadi bila sebuah sekolah menyediakan komputer, membuka warnet, membuka warung pulsa. Adalah untuk bergerak cepat mengejar sebuah informasi yang bermanfaat bagi hidup dan kehidupan di masa depannya. Sangat jauh ketinggalan bila sebuah sekolah hanya mengandalkan guru berdiri di depan kelas, lalu mendiktekan atau menulis di papan tulis tanpa menambah wawasan anak didiknya mencermati situasi dan kondisi yang terjadi saat ini.

Dengan demikian KTSP sesungguhnya berbasis kompetensi dengan pengembangannya melalu tindakan kelas dan penelitian tindakan kelas. Apa yang terjadi dianalisis dikembangkan dan disesuaikan dengan teori lama. Sehingga ukuran normanya dicapai, tapi kecepatan dan ketepatan dalam memanfaatkan sumber tepat. Jika anak sekolah saat ini sudah pada menggunakan HP tidak usah dirajia tapi guru harus pandai memanfaatkan HP yang digenggam setiap murid dengan materi pelajaran yang bisa diakses oleh murid. Sehingga belajar yang menyenangkan harus mengadopsi perkembangan siswa serta tuntutan siswa.

Apabila HP yang dimiliki siswa dianggap sebuah penyebab munculnya kenakalan dan penyimpangan perilaku siswa maka akan banyak tantangannya. Tapi bila guru mampu memanfaatkan kesenangan siswa menggunakan HP diisi dengan konten pelajaran maka kehidupan di dalam kelas akan jadi anugrah. Sikap menyesuaikan diri lah yang bermakna dalam dunia pendidikan dewasa ini.

Tentang alkautsarbandung

Sekolah Islam Alkautsar Bandung
Pos ini dipublikasikan di pendidikan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s