Mengapa Kemiskinan Sulit di Enyahkan

Sifat konaah merupakan akhlak mulia bagi umat manusia untuk menerima apa adanya. Namun bukan berarti mengabaikan usaha keras untuk keluar dari himpitan situasi yang menjerat kemiskinan, tapi harus menerima terhadap suatu kondisi yang terjadi setelah upaya optimal mencari suatu solusi mengatasi masalah yang dihadapi dalam kehidupan seharian. Sangat disayangkan dikala ada suatu alternative untuk keluar dari kemiskinan, malah diserobot oleh orang yang tidak berhak. Misalnya untuk memberikan pendidikan anak usia dini bagi orang yang tidak mampu melalui program paud, malah dinikmati oleh orang yang mampu. Sehingga penyelenggara pendidikan anak usia dini di jalur formal merasa terusik eksistensinya setelah digulirkan program paud.

 

Istilah paud juga telah disalah artikan oleh masyarakat bahwa, paud itu dianggap TK tandingan yang bisa didirikan oleh siapa saja. Sehingga disana-sini tumbuh seperti jamur dimusim hujan. Malah ditangkap pula oleh praktisi pendidikan untuk membuka prodi baru tentang PAUD. Bila dicermati lebih mendalam apa yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 ( pasal 28) dinyatakan bahwa”

1)      Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar

2)      Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal.

3)      Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak ( TK), Raudhatul Athfal ( RA), atau bentuk lain yang sederajat

4)      Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan non formal berbentuk kelompok bermain (KB), Taman Penitipan Anak ( TPA) atau bentuk lain yang sederajat.

5)      Pendidikan anak usia dini pada jalur informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselelnggarakan oleh lingkungan.

 

Pembinaan  yang diberikan pada anak sejak dini adalah peningkatan kesehatan dan kesejahteraan fisik, mental sebagai periode usia keemasan ( goleden age) karena pada usia itu perkembangan otak manusia menempati posisi paling vital bahkan perkembangannya mencapai 80%. Bila anak diberikan rangsangan untuk mendapatkan pendidikan diusia dini diharapkan akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar, etos kerja, produktivitas, dan mampu mandiri dan bisa mengoptimalkan potensi dirinya.

 

Sayangnya semangat untuk mendirikan PAUD disalah artikan sebagai peluang melahirkan lapangan kerja baru, dengan harapan mendapatkan bantuan blockgrand dari Departemen Pendidikan Nasional. Untung kalau para penyelenggara paud telah mempersipakan diri dari berbagai aspek sehingga anak tidak menjadi salah asuh. Tapi bila tutor atau kader yang bergerak di paud tidak mempunyai dasar pengetahuan psikologi perkembangan anak. Bisa-bisa diseragamkan seperti halnya yang berlaku di sekolah dengan materi baca tulis hitung.

 

Gencarnya pendirian paud di berbagai pelosok tanah air ini sebagai jawaban dari Komitmen Jomtien Thailand (1990) tetang PUS, kemudian ditindaklanjuti oleh Deklarasi Dakkar (2000) memperluas perawatan dan pendidikan anak usia dini secara komprehenship, diutamakan bagi anak terlantar. Hal ini dipertegas dalam Deklarasi “A World Fit For Children” di New York (2002) mengenai penyediaan pendidikan berkualitas.

Tentang alkautsarbandung

Sekolah Islam Alkautsar Bandung
Pos ini dipublikasikan di paud, pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s