Upaya Meningkatkan Kualitas

Tidaklah semua hujatan, isu, tantangan, hambatan, gangguan dan ancaman menjadikan patah semangat, tapi justru bisa menjadi pemicu untuk bangkit secara bertahap dan perlahan sesuai dengan kemampuan dan keikhlasan yang ditanamkan dalam tubuh Yayasan Al-Kautsar. Terutama pengalaman berorganisasi dari semua aktivis alkautsar ada yang pernah jadi Karang taruna, Sekretaris RW, Pascab Pramuka, Pasus, Osis, Pemain Tagoni semuanya menjadi modal awal untuk tahan uji menghadapi setiap cobaan dan cacian dijadikan pupuk untuk bangkit dari sikap leha-leha.

 

Mulailah melengkapi kelembagaan SLTP PLUS AL-KAUTSAR dari mulai Patinia Penyelenggara Gebyar Al-Kautsar, Gentra Hijau, Osis, Keris, Koperasi sekolah dan Gudep pramuka. Kesemuanya untuk mengkolaborasikan antara kegiatan Kognitif, Afektif dan Pshykomotorik dalam sebuah lembaga pendidikan.

 

Panitia Penyelenggara Gebyar Al-Kautsar mulai membuat program kegiatan perlombaan antar sekolah dasar dari mulai SD Panggilingan, SD Arcamanik, SD Sindanglaya, SD Cibentar, SD Sekebalingbing bahkan ada pula yang datang dari SD Andir Ujungberung. Adapun kegiatan yang dilaksanakan seperti halnya lomba cerdas cermat, baris berbaris, hifdil qur’an, fahmil qur’an  serta kegiatan lomba lainnya.

 

Antusiasme dari semua sekolah yang mengikuti perlombaan ternyata memberikan kontribusi konkrit terhadap proses belajar pembiasaan, terutama dalam rangka melatih menggerakan orang, mengorganisir orang bahkan cara mencari dana penyelenggaraan melalui berbagai aktivitas, seperti halnya mengumpulkan barang bekas, menjual kalender bahkan sampai meminta sumbangan ke berbagai perusaan yang dianggap bisa peduli terhadap kegiatan pendidikan.

 

Melatih siswa dalam dunia nyata lebih mengasikan dibandingkan dengan teori yang harus dihapal, walaupun belajar teori itu penting tapi lebih penting bagaimana mengemas suatu kegiatan menjadi sebuah pembelajaran konkrit, sehingga anak dibawa ke alam nyata bahwa penomena kehidupan itu tidak semudah yang diimpikan dan tidak segampang yang diteorikan.

 

Salah satu contoh dalam mengikuti perlombaan untuk menjadi seorang juara itu perlu proses, karena di dunia ini tidak ada yang terjadi serba kebetulan tapi semua sudah diatur oleh Allah SWT,manusia diwajibkan untuk berikhtiar, berusaha meraih sesuatu yang di cita-citakan. Jadi b agaimana memadukan antara rencana Allah dengan rencana manusia supaya tidak terjadi gap yang bisa menimbulkan frustrasi.

 

Hikmah lain yang didapat melalui aktivitas perlombaan yang dikemas dalam kegiatan Gebyar Al-Kautsar ternyata memberi dampak positif dalam media promosi lembaga pendidikan baru, sehingga siswa SD yang mengikuti perlombaan mempunyai keinginan untuk bergabung dan bersekolah di Al-Kautsar dengan harapan dirinya akan mampu menjadi panitia penyelenggara kegiatan Gebyar Al-Kautsar.

Hasil evaluasi dari kegiatan Gbyar Al-Kautsar nampak jelas disaat tahun pelajaran baru, siswa yang masuk bertambah dari beberapa SD yang mengikuti kegitan perlombaan, seperti halnya dari SD Sekemandung, SD Legok hayam, SD Pasir Jati dan dari SD Ujungberung merasa tertarik masuk ke sekolah Al-Kautsar.

 

Bertambahnya siswa yang masuk dari berbagai daerah memperluas jangkauan terhadap pencapaian APK dan APM di kabupaten Bandung, karena yang tadinya tidak akan melanjutkan ke SLTP, namun dengan adanya peningkatan reputasi SLTP PLUS AL-KAUTSAR, mereka jadi menyekolahkan anaknya ke Al-Kautsar, karena lokasinya dekat dengan tempat tinggal mereka, disisi lain biaya bulanan untuk sumbangan pendidikan tidak mahal bahkan bagi yang betul-betul tidak mampu diberikan keringanan, sehingga bagi siswa yang tidak bayarpun tidak pernah dikeluarkan disaat mengikuti UTS atau Ujian akhir.

 

Sedangkan di SLTP Negeri atau SLTP Swasta lainnya bila siswa belum melunasi seluruh kewajiban pendanaan penyelenggaraan pendidikan tidak diperkenankan mengikuti ujian. Hal ini seperti pernah dialami langusung oleh Tintin Nurhayti Habibah dan Pipih Nurhidayanti ketika sekolah di SMA yang berada di kota moci sempat dikeluarkan dan dicaci maki oleh gurunya disaat akan mengikuti ujian karena belum membayar SPP dua bulan kedepan, yaitu ujian pada bulan Mei sedangkan SPP untuk bulan Juni dan Juli harus dibayar lunas pada bulan Mei. Kepedihan seperti itu tidak akan pernah punah dan tidak akan pernah sirna.

 

Kata-kata yang paling menusuk hati disaat mengirimkan surat permohonan keringan untuk menunda pembayaran DSP dan SPP bulanan adalah jawaban dari oknum Wakil Kepala Sekolah SMA ”Golongan berapa sih Bapak kamu dan dimana kerjanya berani-berani mengirim surat seperti ini”. Ungkapan itu sederhana tapi terasa sebagai sebuah penghinaan yang paling mendasar dan sangat pribadi, karena bukan tidak akan membayar atau meminta keringanan tapi sesuai dengan perjanjian bawa DSP itu bisa disepakati jumlahnya asal dicicil sedangkan SPP dua bulan kedepan itu belum dialami proses belajar mengajarnyapun, ko harus dibayar dahulu.

 

Pengalam yang sangat pribadi inilah yang selalu jadi acuan para aktivis al-kautsar memperjuangkan orang miskin dan kesulitan dalam melanjutkan pendidikan di SLTP,  namun bukan berarti pendidikan itu harus gratis atau harus menjadi pengemis tapi harus sesuai dengan proforsinya, yang miskin harus dibantu yang kaya harus membantu dan yang mampu tetap harus membayar dana pendidikan secara proforsional, jangan sampai yanng mampu berpura-pura tidak mampu yang kaya berpura-pura jadi orang miskin, atau yang miskin malas berusaha untuk mengkomunikasikan ketidak mampuannya.

 

Melalui kegiatan Gebyar Al-Kautsar nampak jelas mana anak yang kreatif, mana anak yang malas, nama anak yang egois, mana anak yang manja dan mana anak yang mau menang sendiri, bahkan kelihat pula anak yang mempu menghargai karya orang dan anak yang selalu melecehkan kemampuan orang lain, disinilah proses pembelajaran yang paling aplikatif.

 

Kegiatan Gebyar Al-Kautsar mampu mendongkrak nilai kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke SLTP PLUS AL-KAUTSAR, bahkan isu-isu yang digembor-gemborkan untuk menggembosi Al-Kautsar sedikit demi sedikit mulai berkurang dan diharapan ke depan akan sirna, sehingga Al-Kautsar mampu berkiprah secara konkrit dalam mencerdaskan bangsa diberbagai tingkatan, apakah di Tingkat RA,SD,SLTP,SLTA,DIPLOMA maupun sampai Perguruan Tinggi sebagaiman tercantum dalam akta Yayasan Al-Kautsar.

Tentang alkautsarbandung

Sekolah Islam Alkautsar Bandung
Pos ini dipublikasikan di motivasi, pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s