Organisasi Keris

Visi pertama Yayasan Al-Kautsar adalah meningkatkan budhi pekerti yang Islami, oleh karena itu dalam implementasinya harus diorganisir dengan baik dan terstruktur, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam peningkatan ektrakulikuler. Salah satu gagasan yang dirintis oleh Asep Mahpudin,S.Fil.I adalah membentuk Keris akronim dari Kelompok Remaja Islam Al-Kautsar.

 

Kelompok ini berkembang sejak meninggalnya Ibu Siti Rohati pemilik tanah  SMP Al-Kautsar, yaitu ketika wafat para siswa ikut ta’jiah ke makam, disana membaca surat yasin dan ditutup dengan do’a arwah, keesokan harinya para siswa al-kautsar angkatan pertama mengikuti kegiatan tahlilan, bacaannya masih terbata-bata.

 

Memperhatikan kondisi yang demikian, muncul ide untuk melakukan privat pendidikan agama islam bagi siswa sebagai implementasi visi al-kautsar. Alhamdulillah direspon serta diatur dengan jadwal ekstrakulikuler meliputi materi; menghapal surat-surat pendek dari ZUZ AMMA, belajar bacaan tahlilan, belajar berdo’a, belajar sholat duha dan beberapa amalan ringan lainnya.

 

Belajar pembiasaan itu dicatat oleh kelompok dalam sebuah dokumen yang bisa dijadikan modul pembelajaran, dengan harapan bisa dikembangkan kearah yang lebih terstruktur, dibentuklah kepengurusannya dibawah bimbingan guru PAI. Lama kelamaan menjadi sebuah pembiasaan yang positif, yaitu setiap akan masuk sekolah seluruh siswa diwajibkan membaca ayat suci al-qur’an selama 15 menit, kemudian berdo,a untuk pemilik tanah al-kautsar,pendiri al-kautsar,pengurus al-kautsar, guru al-kautsar, murid dan orang tua siswa al-kautsar serta do’a khusus yang diperlukan. Setelah berdoa sholat duha.

 

Pembiasaan lainnya dilakukan pengajian malam jum’atan bersama-sama membaca surat yasin, keesokan harinya berta’jiah ke makam pemilik tanah SMP PLUS AL-KAUTSAR secara bergiliran. Ternyata pembiasaan ini ditiru oleh tokoh masyarakat lainnya. Mudah mudahan dengan banyak yang melakukan kegiatan seperti itu akan mampu membentuk ahlaqul karimah yang cerdas,cermat,ceria,cekatan dan cinta pada Allah SWT.

 

Untuk mengevaluasi kegiatan Keris, dalam setiap event diperankan beberapa orang yang menjadi pembawa acara, penyampai tausiah, pembaca wahyu ilahi serta pembaca do’a. Ternyata para siswa senang untuk berperan dan diperankan dalam setiap kegiatan. Jadi belajar diwaktu kecil ibarat mengukir diatas batu, bisa membekas dan menjadi suatu kenangan yang tidak mudah terlupakan.

 

Kebiasaan berbuat baik dilakukan secara terus menerus akan tajam dan menjadi kekuatan membentengi diri seperti halnya sebuah keris yang dulu dibuat oleh para empu sebagai senjata membela diri dari berbagai ancaman,tantangan,hambatan dan gangguan musuh. Maka Keris di al-kautsar dibentuk untuk membentengi para siswa dari kecenderungan berbuat kurang terpuji, sebab usia SMP adalah usia rawan sebagai masa perubahan dari kanak-kanak ke remaja yang dikenal dengan istilah masa pubertas.

 

Apabila masa pubertas itu tidak diimbangi dengan berbagai pendidikan moral, niscara keberadaan sebuah lembaga pendidikan yang didalamnya penuh dengan usia remaja akan rentan munculnya berbagai penyakit kenakalan atau penyimpangan perilaku siswa. Sedangkan siswa itu merupakan modal bangsa yang tidak bisa diukur nilainya apabila dibina secara serius. Namun apabila lembaga pendidikan gagal membina mental dan budhi pekerti para siswa akan muncul kerugian bangsa dan negara yang tidak ternilai pula kerugiannya, bahkan akan menjadi beban negara dimata dunia.

 

Dalam perkembangan milenium dan globalisasi banyak orang mendambakan kecerdasan otak untuk merubah dunia dan menguasi dunia sehingga yang dikedepankan adalah rasionalitas dan logika berfikir, padahal kecerdasan tanpa diimbangi dengan sikap moralitas dan budhi pekerti yang islami akan menemui kegagalan dan frustrasi, sebab kecerdasan otak hanya mengedapkan penemuan sebab akibat yang rasional dan terukur. Sedangkan kemauan dan kepuasan manusia itu tidak terhingga dan tidak akan terukur.

 

Sebagai ilustrasi bagaimana perkembangan Amerika dengan sebutan negara adikuasa yang dipenuhi oleh orang yahudi dengan kecerdasannya selalu ingin membuat kerusakan dimuka bumi ini tapi dibalik itu menyudutkan bangsa lain atau negara lain yang menjadi perusak bumi, padahal kecerdasan orang Amerika telah merusak negara miskin dan negara berkembang melalui pemberian pinjaman dan ekploitasi sumberdaya alamnya. Baik kandungan minyak, mineral maupun jenis tambang seperti di Primport.

 

Melaui kecerdasan bidang elektro telah mendominasi berbagai siaran radio atau visual maupun virtual yang dikemas dalam sebuah tontonan menggiurkan para anak dan remaja diberbagai pelosok. Hal ini jelas bila tidak diimbangi dengan pembinaan moral dan budhi pekerti yang islami akan sulit memilih mana yang baik dan mana yang benar, karena antara yang hak dan yang bathil sudah sangat bercampur tanpa pembatas.

 

 

 

 

 

 

 

Tentang alkautsarbandung

Sekolah Islam Alkautsar Bandung
Pos ini dipublikasikan di motivasi, pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s