Lahirnya Akta Notaris

Sepulangnya menjalankan ibadah haji tahun 1997 mulai terasa adanya pengaruh krisis moneter, krisis kepercayaan dan krisis kepemimpinan, sehingga berdampak pada peningkatan angka pengangguran, angka putus sekolah dan angka kemiskinan.Disinilah muncul ide mulia dari Hj, Rohayati mencoba memberikan santunan kepada anak yatim, baik dalam bentuk makanan uang ataupun barang-barang bekas yang masih bisa dimanfaatkan oleh anak yatim.

 

Hari demi hari, bulan demi bulan kegiatan pemberian santunan terus meningkat dari satu orang menjadi dua orang, tiga orang terus bertambah, makanya setiap pemasukan sumber dana dan pengeluaran mulai dibukukan dalam sebuah tabel sederhana, hal ini untuk membiasakan diri belajar bertanggung jawab terhadap aktivitas yang dilaksanakan, apalagi yang berhubungan dengan pengelolaan keuangan biasanya muncul fitnah bila tidak dibukukan. Sebagai ilustraasi para pembaca bisa dilihat dalam tabel dibawah ini.

 

Dari perkembangan itu mulai dikomunikasaikan dengan fihak keluarga, yaitu dengan anak, suami, ibu, mertua dan adik, maka muncul gagasan untuk memadukan kegiatan rutin pemberian santunan kearah yang lebih konstruktif dalam bentuk pemberian bantuan biaya sekolah bagi orang yang tidak mampu, hal ini direspon positif oleh Ibu Rohati yang memegang amanat Almarhum suaminya K.A. Endang Sutisna Iskandar untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan bagi anak-anak yang kurang mampu.

 

Gagasan tersebut dimusyawarahkan dengan beberapa orang aktivis BEM IAIN Sunan Gunung Jati Bandung yang kebetulan sering kumpul dirumah kepunyaan Drs.H.A.Hamdan,MM di belahan Kp.Panggilingan Rt.1 RW.III Desa Sindanglaya Kecamatan Cimenyan yang kebetulan berdasarkan hasil penelitian BPS tergolong Desa IDT. Dirumah warisan itu dibuat tim kecil untuk merumuskan sebuah proposal pendirian sebuah yayasan.

 

Adapun beberapa orang tim perumus itu diantaranya, Tintin Nurhayati, Nurainingrum, Winarni, Maskanto, Irmawati Fadli ditambah dari calon pengurus yayasan yaitu Siti Rohati, Drs.H.A.Hamdan,MM, Hj.Rohayati, Pipin Nurhidayanti serta Rohimah.

 

Dari beberapa corat-coret yang dikompulir oleh Drs.H.A.Hamdan,MM maka terumuskan sebuah konsep Yayasan dengan visinya ”Membentuk Akhlaqul Karimah yang cercas,cermat,ceria, cekatan dan cinta kepada Alla.SWT.” dengan 9 misinya, yaitu: 1.Meningkatkan budhi pekerti yang Islami 2.Membiasakan hidup sehat,sederhana dan konaah 3.Meningkatkan kebersamaan dan saling membesarkan dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat 4.Melindungi hubungan yang harmonis dalam diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara 5.membiasakan baca,tulis,hitung, dengar, hapal, paham setiap ilmu pengetahuan 6.Meningkatkan kewaspadaan dalam tingkah laku 7. Membiasakan mensyukuri semua nikmat dari hikmah yang terkandung dalam setiap peristiwa 8.Membiasakan filosofi”Pramuka” ( disana senang, disini senang dimana-mana hatiku senang) 9.Membiasakan untuk selalu berniat ibadah kepada Allah SWT

 

Straegi

 

1. Mengembangkan management qolbu dengan menyeimbangkan antara Intelegensi quality, EmosionalQuality, Spiritual Quality, Sosial Quality dan Skill Quality.

 

2. Mengembangkan pola hidup dengan moto juang “Kerja keras, kerja cerdas, kerja cermat, kerja ikhlas.

 

Kegiatan yang menonjol

 

1. Pemberian santunan yatim piatu dan lansia

2. Khitanan massal

3. Bantuan sembako bagi orang jompo

4. Bantuan pendidikan melalui SLTP Plus Al-Kautsar

 

Tujuan pendirian yayasan:

 

1. Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat dalam mengembangkan kualitas sdm menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas.

2.  Ikut serta secara aktif dalam pembangunan nasional khususnya pembangunan bidang pendidikan diantaranya pendidikan pengetahuan umum, kejuruan dan keterampilan diberbagai tingkatan

3.  Meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik fisik, material, maupun mental spiritual melalui usaha dalam membina dan menyelenggarakan bakti sosial

 

Rumusan konsep pendirian sebuah yayasan dibawa oleh Drs.H.A.Hamdan,MM, Siti Rohati, Hj.Rohayati,Tintin Nurhayati Habibah, Pipin Nurhidayanti kepada Notaris Lusi yang berkantor di Cicaheum. Disanalah dibuat akta pendirian yayasan pada tanggal 10 Juni 2002 bertepatan dengan ulang tahun Tintin Nurhayati Habibah yang ke 23, kemudian ditetapkan dalam akta notaris Lusi nomor: 4 tanggal 11 Juni 2002. dengan nama Yayasan Al-Kautsar.

 

Untuk menyesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi daerah serta mengakomodir beberapa kegiatan yang mampu menunjang kemajuan yayasan, maka diadakan beberapa perubahan baik yang berkaitan dengan nama yayasan, kepengurusan maupun garapan yayasan yang ditetapkan dalam akta notaris:

Tentang alkautsarbandung

Sekolah Islam Alkautsar Bandung
Pos ini dipublikasikan di pendidikan, sejarah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s