Sejarah Singkat Al-Kautsar

Bagi alumnus perguruan al-kautsar yuwafi harus mengetahui awal mula perjuangan K.H.A.Syafei seorang pedagang dan petani yang selalu mengembangkan kegiatan keagamaan dari satu tempat ke tempat yang lainnya, yaitu sejak tahun 1883 s.d 1961, bahkan bagi masyarakat yang hidup dimasa itu tidak akan asing dengan nama sebutan Yai yang bertempat tinggal di Sindanglaya, karena dengan kegigihannya untuk menjadi petani kopi dan pedagang.

 

Putranya banyak yaitu K.H.A. Muchtar, K.H.A.Abdurachman, K.A.Diyat, K.A.Sueb. Ny.Mas Romlah ,Ny.Mas Idjot, Ny.Mas Naridah. Sedangkan yang selalu mengembangkan pengajian yaitu K.H.A.Muchtar dengan istrinya Hj.Djuariah yang berputrakan(1)K.H.A.SOLEH, (2)K.H.A.DJALIL, (3)K.A.SOBANDI, (4)K.A.UYUN MANSYUR, (5)K.A.E.SUTISNA ISKANDAR, (6)NY.HJ.ROKAYAH, (7)K.A.D.SODIK PERMANA.

 

Kebiasaan mengumpulkan orang-orang untuk mengaji dilanjutkan oleh K.A.Endang Sutisna Iskandar yang berjuang sejak tahun 1938 s.d 1983 beliau adalah seorang guru  lulusan SGB Bogor tahun 1955 yang selama hidupnya aral melintang didunia pendidikan, terakhir menjabat sebagai kepala SD Ciburial Kabupaten Bandung. Dimasa  hidupnya K.A.Endang Sutisna Iskandar bercita-cita ingin mendirikan sebuah sekolah dengan harapan bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat untuk mengembangkan diri melalui pendidikan.

 

Dimasa perjuangannya K.A.Endang Sutisna Iskandar dikaruniai anak sebanyak 12 orang dari dua orang istri, yaitu: (1)Drs.H.A.Hamdan,MM, (2)Iim Suherman, (3)Lilis Sadiaharti, (4)Yuyu Suharyati, (5)Hj.Rohimah,S.pd, (6)Acep Saefurochim, (7)Dadan Suhendar, (8)Dida Rosida, (9)Asep Suhenda, (10)Endi Hendi, (11)Dewi Sofianti dan (12)Neng Nenden. Kehidupan dimasa pemberontakan PKI dengan banyak anak ternyata mempengaruhi terhadap perkembangan laju pendidikan, karena tempatnya jauh dilain fihak sangat jarang yang berkehendak untuk melanjutkan sekolah ke tingkat SMP,SMA apalagi ke perguruan tinggi.

 

Anak sulung dari K.A. Endang Sutisna Iskandar yang bernama A.Hamdan mempunyai nasib yang kurang beruntung dimasa sekolah tingkat dasar sehingga sekolahnya harus berpindah-pindah dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya, yaitu kelas I di SD Sindanglaya I dengan gurunya Ibu Irah, Kelas II di SD Sindang Laya II dengan gurunya Ibu Engkar, Kelas III di SD Arcamanik dengan gurunya Bapak Jana, Kelas IV di SD Sindanglaya IV gurunya Bapak Djunaedi, Kelas V di SD Cibentar gurunya Bapak Amar, Kelas VI di SD Sindanglaya III gurunya Bapak Ara. Setelah lulus dari kelas VI karena tidak punya biaya maka masuk pesantren Sukamiskin dan masuk lagi ke SD Sindanglaya V dengan gurunya Bapak Somantri.

 

Pengalaman pahit seperti itu mungkin tidak akan banyak dialami oleh orang lain, bahkan untuk mengikuti ngaji di pesantren Sukamiskin di K.H.Akhmad Adi hanya mampu dibekali beberapa liter beras dengan teman nasinya hanya dengan ikan asin, namun alhamdulillah selama dipesantren mendapat teman baru yaitu anaknya K.H.Memed yang bernama Umar Hamdan. Yang kebetulan sekolah di SMPN IV filial Sukamiskin, muncul motivasi untuk mengikuti pendidikan di SMPN.IV filial Sukamiskin sampai dengan tahun 1974.

 

Anak sulung dari K.A.Endang sutisna Iskandar yang bernama A.Hamdan itu ternyata setelah lulus dari SMPN.IV filial Sukamiskin tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA karena minimnya ekonomi dan tidak termotivasi oleh teman seangkatannya, maka masuk lagi ke Pesantren Sukamiskin, tetapi setelah 6 bulan berlangsung muncul motivasi untuk mengikuti pendidikan di sekolah lanjutan atas dan masuk ke SMEA Muhamadiyah Ujungberung, yang kebetulan sekolah baru dan tempatnya di bekas gudang pupuk Urea lokasinya di Jl. Gede Bage.

 

Perjalanan pedih terus dilalui, yaitu sekolah  sambil bekerja di Desa sebagai Kaur Umum dan Kolektor Ipeda, namun terus belajar mengetik  serta menerima pekerjaan pengetikan berbagai karya ilmiah dari beberapa mahasiswa. Menjelang akan berakhir kelas III SMEA lokasi sekolah dipindahkan ke Cilengkrang, dan ketemu dengan supervisor Asuransi Bumi Putra sehingga ditawari jadi tenaga pemasaran polis asuransi.

 

Lulus dari SMEA Muhamadiyah terus bekerja di Asuransi Bumi Putra dengan pekerjaan dor to dor menawarkan polis asuransi, dimasa senggang ikut bekerja jadi kernet angkot dan kernet tukang tembok, setelah terkumpul uang untuk mendaftar ke perguruan tinggi maka coba-coba daftar ke Akademi Akuntansi di Cijagra Buah Batu Bandung, kemudian kampusnya dipindahkan ke Jl. Suci.

 

Pada tanggal 26 Juni 1978 A.Hamdan mulai mengarungi hidup baru berumah tangga dengan seorang gadis anak seorang Kiyai dari Cibiru yang bernama O.Rohayati. saat itu dalam serba kesulitan muncul motivasi untuk bekerja keras,kerja cermat bekerja cerdas,bekerja ikhlas dan alhamdulillah satu tahun kemudian pada tanggal 10 juni 1979 dikaruniai anak yang diberi nama Tintin Nurhayati Habibah.

 

Paska kelahiran Tintin Nurhayati Habibah mulai mendapat kepercayaan sebagai guru SMP Cisarua Bogor sampai dengan tahun 1981, pada tanggal 17 Desember lahir anak yang kedua yang bernama Pipih Nurhidayanti, saat itu mulai mendapat kepercayaan sebagai bendahara Dinas P dan K di Kabupaten Bogor. Selang beberapa tahun dipindahkan ke Dinas P dan K Propinsi Jawa Barat menjadi Kasubsi Program Pembinaan Kepemudaan,Pramuka dan Keolahragaan sebagai hadiah memperoleh predikat karyawan teladan pada Hari Pendidikan Nasional tahun 1982.

 

Disaat karir mulai menanjak ternyata Bapak K.A.Endang Sutisna Iskandar dipanggil menghadap yang maha kuasa pada tahun 1983 yang selama hidupnya mempunyai cita-cita ingin mendirikan sekolah. Maka seluruh kekayaan peninggalan almarhum K.A.Endang Sutisna Iskandar diurus dan dimanfaatkan oleh Ibu Siti Rohati dengan harapan bisa mewujudkan cita-cita Almarhum untuk mendirikan sekolah.

 

Atas bimbingan Ibu Rohati ternyata karir A.Hamdan selangkah demi selangkah mulai menanjak, yaitu tanggal 17 Agustus 1986 bertepatan dengan lahirnya anak yang ke III yang bernama Pevi Ida Nurlaelasari diangkat menjadi PJS.Kasi Pembinaan Pemuda,Pramuka dan Keolahragaan, bahkan 1988 setelah lulus dari STIA LAN RI diangkat menjadi Kepala Seksi Bina Kepemudaan,Pramuka dan Keolahragaan, tahun 1991 diangkat menjadi Kasi Sarana Dinas P dan K Kota Sukabumi, tahun 1993 diangkat menjadi Kasi Pendataan Dinas Pendapatan Kota Sukabumi, tahun 1995 diangkat menjadi Kepala Bagian Kesra, tahun 2001 diangkat jadi Kepala Bagian Perekonomian, tahun 2002 didesak oleh Ibu Rohati untuk mendirikan Sekolah dan Rumah Sakit.

 

Dari desakan itu maka pada tanggal 10 Juni 2002 bertepatan dengan ulang tahun Tintin Nurhayati Habibah yang ke 23 dibuatlah Yayasan Al-Kautsar yang ditetapkan dengan akta notaris Lusi tanggal 11 Juni 2002. Hal ini untuk menaungi berdirinya sebuah sekolah lanjutan pertama  yang dikehendaki oleh K.A.Sutisna Iskandar dan diingatkan oleh Ibu Siti Rohati.

 

Setelah Sekolah lanjutan pertama menerima siswa dan diperiksa oleh tim dari Dinas P dan K Kabupaten Bandung, tidak lama kemudian keluarlah izin pendirian dan izin operasional SLTP PLUS AL-KAUTSAR. Namun sangat disayangka pada tanggal 22 Desember 2002 Ibu Siti Rohati meninggal dunia dalam kondisi SLTP PLUS AL-KAUTSAR baru memiliki satu ruangan belajar yang representatif.

 

Kegigihan Ibu Siti Rohati sampai menghembuskan nafas yang terakhir dengan kalimat yang diucapkannya Allah huakbar, la ilaha illallah meninggal dalam keadaan tenang dan merasa gembira karena semua anak dan cucunya kumpul menyaksikan disaat-saat wafatnya didalam ruangan kelas SLTP PLUS AL-KAUTSAR.

 

Semua yang mengurus dari mulai menggali kubur, mengusung keranda, menguburkan adalah semua orang tua siswa SLT PLUS AL-KAUTSAR angkatan pertama pada tahun 2002, bahkan anak-anak al-kautsar berinisiatif setiap hari sebelum belajar membaca dulu al-qur,an dan mendoakan yang pertama kepada K.A.Endang Sutisna Iskandar dan Ibu Siti Rohati yang mewariskan tanahnya untuk dijadikan sekolah Al-Kautsar.

 

Entah apa yang mengilhami anak keturunan K.A.Endang Sutisna Iskandar setelah dua tahun Ibu Siti Rohati meninggal dunia semua anaknya yang masih hidup yaitu Rohimah,Acep Saefurohim,Dadan Suhendar Asep Suhenda, Endi Suhendi menghujat kepada Drs.H.A.Hamdan, MM. Untuk segera membagikan tanah peninggalan K.A.Endang Sutisna Iskandar dan Ibu Siti Rohati, maka pada tahun 2004 tanah yang dipergunakan SLTP PLUS AL-KAUTSAR dan tanah sawah di ukur, kemudian digambar dan dibagikan.

 

Mulanya Drs.H.A.Hamdan, MM. Akan membagikan sesuai dengan aturan syariah, yaitu untuk anak kali-laki 2 bagian anak perempuan satu bagian sehingga semuanya memungkinkan mendapat bagian dilokasi yang berdekatan, baik anak laki-laki maupun perempuan, namun semua menghendaki dibagi rata baik anak perempuan maupun anak laki-laki, makanya Sdri. Dewi sofianti dan Neng Nenden mendapat bagiannya ditempat yang agak jauh supaya ukuran luasnya sama.

 

Atas desakan itu maka dilakukanlah pembagian waris, sehingga tanah yang dipergunakan SLTP PLUS AL-KAUTSAR menjadi bagian Drs.H.A.Hamdan,MM, sedangkan yang lainnya ditempat yang sudah-dijadikan tempat tinggalnya dan ditambah di lokasi tanah sawah sebelah utara SLTP AL-KAUTSAR.

 

Paska pembagian waris yang disepakati oleh semua fihak, maka masing-masing menguasai sesuai bagiannya, bahkan ada yang ditawarkan untuk dijual kepada orang lain. Mengingat amanat Ibu Siti Rohati bahwa tanah warisan itu jangan dijual maka diingatkan kepada semua yang mendapat bagian waris, kendatipun akan dijual biar akan dipikirkan dibeli oleh Keluarga Drs.H.A.Hamdan, MM untuk pengembangan sekolah.

 

Selang beberapa tahun tepatnya pada tahun 2004 tanah bagian Asep Suhenda dijual kepada Tintin Nurhayati Habibah, S.Fil.I, sedangkan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar dikelola oleh Tintin Nurhayati, Pipih Nurhidayanti, Pevi Ida Nurlaelasari, sedangkan Drs.H.A.Hamdan,MM selaku pendiri Yayasan Al-Kautsar tidak bisa berbuat banyak karena pekerjaannya dimutasikan menjadi Kepala Kantor Informasi,Komunikasi, PDE dan Arsip Daerah.

 

Dari Kesungguhan Tintin Nurhayati Habibah, S,Fil.I, Pipih Nurhidayanti, SPd dan Pevi Ida Nurlaela Sari ternyata lulusan SMP PLUS AL-KAUTSAR setiap tahunnya mencapai 100%, bahkan disaat ada BOS sudah terdaftar sebagai penerima bantuan, disaat ada organisasi Forum Komunikasi Guru Honor Sekolah (FKGHS) Tintin Nurhayati Habibah, S.Fil.I menjadi pengurus tingkat Kecamatan.Hal ini mendorong semangat untuk diajukan akreditasi oleh tim Aseseor tingkat Jawa Barat.

 

Atas manfaat doa yang terus dilakukan oleh siswa Al-Kautsar maka Drs.H.A.Hamdan,MM selaku pendiri Yayasan dipromosikan menjadi Kepala Dinas Pendapatan Daerah pada tanggal 12 Januari 2007, dari sini muncul semangat baru untuk terus mempersiapkan akreditasi sehingga pada tanggal 28 September mendapat surat pemberitahuan untuk diakreditasi.

 

Seluruh persaratan akreditasi dari mulai evaluasi diri sampai penataan fisik sekolah sarana prasaran dan dana penunjang terus dipersiapkan bahkan seluruh komponen ditata dengan memperhatikan petunjuk dari pengawas yang rajin membimbing. Bahkan semua guru, TU dan para pengurus yayasan sibuk mempersiapkan administrasi, bahkan pendiri yayasan membuat presentasi untuk disampaikan pada asesor.

 

Tepatnya tanggal 5 Nopember datang dua orang asesor dari Kabupaten Sumedang sebagai tim aseseor tingkat propinsi, yaitu Dra.Hj.Ecin,MM dan Drs.Djuhaya mengunjungi SMP PLUS AL-KAUTSAR. Disinilah pendiri yayasan menyempatkan diri untuk menerima secara pribadi kedatangan tim asesor yang diawali dengan kreasi anak berupa upacara adat.

 

Walaupun Bapak Drs.Djuhaya sempat tersesat dibawa ke Cimenyan oleh tukang ojeg, akhirnya merasa puas dengan penjelasan materi evaluasi diri yang sampaikan oleh Kepala Sekolah yang begitu semangat dan menguasai materi akreditasi, bahkan kekompakan guru sangat memuaskan dihadapan tim asesor, karena semuanya mampu menyuguhkan informasi yang cepat,tepat,akurat dan terpercaya dalam tatanan sekolah swasta yang memenuhi syarat proses pembelajaran, baik yang berkaitan dengan kurikulum maupun pelaksanaan pembelajaran kontektual serta ekschool.

Tentang alkautsarbandung

Sekolah Islam Alkautsar Bandung
Pos ini dipublikasikan di pendidikan, sejarah, Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s