Terbitnya Izin Pendirian dan Izin Operasional

Sejak terbentuknya yayasan Al-Kautsar pada tanggal 10 juni 2002 yang ditetapkan dalam akta notaris Lusi nomor 4 tanggal 11 Juni 2002 maka dilakukan rapat awal untuk melakukan langkah-langkah kegiatan yang menjadi prioritas berjalannya sebuah yayasan, yaitu dilaksanakan rapat pertama tanggal 15 Juni 2002 membahas rencana pembuatan liflet dan selebaran penerimaan murid baru, kemudian merencanakan penunjukan guru yang akan menjadi pendidik di SMP PLUS AL-KAUTSAR.

 

Dari rapat awal terbentuklah guru mata pelajaran, yaitu: PAI oleh Winarni, PKN Nurainingrum, Bahasa Indonesia Acep Saefurochim, Matematik Pipih Nurhidayanti, Ekonomi Drs.H.A.Hamdan, Geografi dan Sejarah Maskanto, Fisika dan Biologi Pipih Nurhidayanti, KTK Lela Siti Harmalah, Bahasa Sunda Rohimah, Komputer Drs.H.A.Hamdan, Bahasa Arab Winarni.

 

Dikumpulkan buku sumber dan LKS bekas  Pevi Ida Nurlaelasari untuk dipergunakan pedoman guru dalam mengajar, kemudian disebarlah pamplet diberbagai sudut jalan yang banyak dilewati orang berlalu lalang, dan didata semua orang yang drop out tidak mempunyai kemampuan untuk melanjutkan sekolah, ternyata diluar dugaan ada 25 orang yang ingin bersekolah di SLTP PLUS AL-KAUTSAR.

 

Ketika sudah ada yang mendafar kebingungan dimana ruang belajarnya, maka untuk pertama kalinya dipinjamkan rumah pribadi pendiri yayasan, mulailah proses belajar mengajar berlangsung, kemudian dibuat laporan dan surat permohonan rekomendasi berdirinya sebuah sekolah, pertama kepada Ketua RT kebetulan Bapak Yayu merespon dan memberikan surat rekomendasi, dilanjutkan ke RW Bapak Ucu itupun tidak sulit memberi rekomendasi, ternyata Kepala Desa Aa Suhendar merespon dan memberi rekomendasi.

 

Bermodalkan rekomendasi tersebut dibawa kepada Kepala Cabang Dinas P dan K Kecamatan Cimenyan keluarlah rekomendasi untuk dilanjutkan ke Camat Cimenyan diberi pula rekomendasi. Para pengurus yayasan dengan penuh semangat melanjutkan surat itu ke tingkat Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung dan ke Dinas P dan K Kabupaten Bandung.

 

Sambil menunggu proses perizinan, proses belajar mengajar berjalan lancar sehingga diperlukan tenaga Tata Usaha, maka diangkat Sdri. Anis menjadi TU SLTP PLUS AL-KAUTSAR yang berkantor di ruang tamu rumah Ibu Rohimah, bahkan untuk ruang guru, perpustakaan serta kantor Kepala Sekolah ditempatkan di ruang paviliun.

 

Selang beberapa bulan datang kabar dari Dinas P dan K Kabupaten Bandung akan melakukan monitoring dan memeriksa kebenaran surat permohonan izin pendirian sebuah SLTP PLUS AL-KAUTSAR, yaitu Bapak Dedi, Ibu Ena, Ibu Mumun, Ibu Kinkin serta beberapa orang Kepala Seksi. Disanalah pendiri yayasan al kautsar menyampaikan ekpose kenapa perlunya didirikan SLTP PLUS AL-KAUTSAR.

Rupanya Allah SWT mempermudah proses pendirian sebuah lembaga pendidikan yang dicita-citakan oleh Almarhum K.A.Endang Sutisna Iskandar, karena hanya beberapa bulan saja surat izin pendirian sebuah SLTP yang diberi nama SLTP PLUS AL-KAUTSAR sudah diterima, hal ini dijadikan dasar untuk mengajukan surat izin operasional dan surat izin memimpin.

 

Keputusan Pendiri SLTP PLUS AL-KAUTSAR menunjuk Tintin Nurhayati Habibah untuk jadi Kepala Sekolah yang kebetulan sedang menyelesaikan kuliah terakhir di Fakultas Usuludin Jurusan Filsafat. Dengan penuh semangat dan percaya diri maka Tintin Nurhayati Habibah mulai membaca litelatur tugas pokok dan fungsi seorang kepala sekolah, bahkan melakukan komunikasi secara intensif dengan Kasi Sarana Dinas P dan K Kabupaten Bandung yang kebetulan rekan seperjuangan Pendiri Yayasan ketika kuliah di STIA LAN RI BANDUNG.

 

Sambil menanyakan surat izin operasional dan izin memimpin disampaikan surat permohonan permintaan buku perpustakaan, karena perpustakaan yang ada koleksinya masih sangat terbatas, itupun hasil mengumpulkan sejak sekolah SD sampai perguruan tinggi dari pendiri yayasan, guru dan pengurus yayasan ketika masing-masing bersekolah.

 

Dengan semboyan Kerja keras, kerja cermat, kerja cerdas dan kerja ikhlas ternyata selangkah-demi selangkah operasionalnya sebuah pendidikan lanjutan pertama bisa berlangsung. Untuk itu dilakukan rapat evaluasi yayasan dalam melengkapi struktur kelembagaan dan melengkapi kebutuhan komunitas pendidikan, seperti halnya koperasi sekolah untuk menyediakan keperluan sekolah, kantin sekolah serta  komite sekolah dengan nama majelis taklim Al-Kautsar.

 

Langkah pasti yang dilakukan oleh seluruh pengurus  ternyata mulai mendapatkan batu sandungan dari sekeliling sekolah terutama orang yang ”sirik pidik hiri dengki jail kaniaya” dengan menghembuskan isu bahwa sekolah Al-Kautsar ”asal-asalan, guruna oge dialajar keneh jeung barudak leutik”. Penggembosan itu tidak dilawan dengan emosional, tapi dijawab dengan kecerdasan melalui peningkatan mutu dalam proses belajar mengajar.

 

Disaat ada olimpiade Mata pelajaran tingkat Kabupaten Bandung, diikutkan beberapa orang siswa, ternyata mendapat rengking ke tiga di level Kabupaten Bandung, makanya atas prestasi itu mampu mengabaikan isu yang terus menerus dikumandangkan oleh salah seorang Ibu-Ibu tokoh masyarakat yang memimpin sebuah lembaga pendidikan yang kebetulan menjadi istri pemimpin di daerah itu. Rupanya isu itu dihembuskan sengaja karena takut merasa tersaingi karena terdapat kelemahan dalam dirinya yang tidak pernah tamat SD tapi memimpin sebuah lembaga dan menjadi istri seorang pemimpin tertinggi di daerah itu.

 

Walaupun isu itu terus dihembuskan disaat menjelang penerimaan murid baru, ternyata tidak mampu membendung minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SLTP PLUS AL-AKUTSAR, bahkan tahun kedua membludak sampai dua kelas, hal ini memperlancar keluarnya izin operasional dan izin memimpin dari Dinas P dan K Kabupaten Bandung.

 

Paska keluarnya izin operasional dan izin memimpin memperkuat animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke SLTP PLUS AL-KAUTSAR. Dari sini membuat panas hati orang yang seneng membuat isu, maka berkembanglah intrik mempengaruhi masyarakat yang menyekolahkan ke SLTP PLUS AL-KAUTSAR supaya tidak membayar sumbangan pendidikan bulanan dan mendesak kepada pihak sekolah untuk membebaskan dana sumbangan pendidikan.

 

Penyebar isu tidak puas hanya sampai disitu, bahkan penyebar isu menggembos Al-Kautsar sebagai lembaga yang menutup diri dan keberadaan Al-Kautsar tidak ada masukan buat Desa, paradigma ini benar-benar terbalik untuk menutupi kelemahan distribusi dana Raksa Desa yang jumlahnya mencapai Rp.100.000.000 dengan komponen didalamnya ada untuk peningkatan IPM dari sektor pendidikan tapi dikuasai oleh oknum-oknum tertentu. Rupanya kelemahan itu yang mendorong memutar balikan fakta,sehingga yang benar dikatakan salah, yang salah malah menyebar isu negatif supaya kemajuan Al-Kautsar tidak mendapat tempat di hati masyarakat.

 

Justru dari isu negatif itu menambah energi positif dari semua pengurus yayasan Al-Kautsar untuk mensyukuri hikmah  yang terjadi dari setiap peristiwa supaya mampu mengumandangkan Growing up to Gether (tumbuh dan berkembang bersama) merubah keadaan Desa IDT menjadi Desa yang maju sesuai dengan dinamika pembangunan perkotaan dan globalisasi dalam persaingan bebas serta kompleksitasnya. Untuk memberikan kontribusi terhadap SAVE OUR NATION melalui jenggel CHANGE OF MINDSET, fihak yayasan al-kautsar tidak henti-hentinya memotivasi semua pihak yang bergabung dengan al-kautsar supaya tidak patah arang dalam berjuang demi mencerdaskan bangsa.

 

Walaupun izin pendirian dan izin operasional SLTP PLUS AL-KAUTSAR sudah diterbitkan oleh pihak yang berwenang tapi si penyebar isu terus gentayangan mempengaruhi masyarakat supaya tidak percaya terhadap kredibilitas dan kapabilitas para pengelola yayasan al-kautsar. Ternyata merubah kecerdasan seseorang itu tidak semudah membalik telapak tangan, walaupun tujuan pendirian yayasan al-kautsar ini ikhlas lillahi ta’ala sebagai ruang pengabdian, tapi dianggapnya sebagai pengganggu status quo.

Tentang alkautsarbandung

Sekolah Islam Alkautsar Bandung
Tulisan ini dipublikasikan di pendidikan, sejarah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s